Sebanyak 60 Korban Banjir Dan Longsor di Sumut Masih Hilang

Sebanyak 60 Korban Banjir Dan Longsor di Sumut Masih Hilang

Bagikan

Lebih dari sebulan pascabencana, sebanyak 60 korban banjir dan longsor di Sumatera Utara masih belum ditemukan.

Sebanyak 60 Korban Banjir Dan Longsor di Sumut Masih Hilang

Lebih dari sebulan sejak banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara, meninggalkan duka mendalam. Hingga kini, puluhan korban masih dinyatakan hilang, memicu kegelisahan dan harapan keluarga. Data terbaru menunjukkan dahsyatnya dampak bencana, dengan pencarian terus dilakukan di tengah berbagai tantangan.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

Pencarian Tanpa Henti, 60 Korban Masih Hilang

​Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut yang dirilis pagi ini, sebanyak 60 orang masih belum ditemukan pasca-banjir bandang dan longsor.​ Informasi ini disampaikan oleh Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Porman Mahulae. Angka ini terus menjadi perhatian utama bagi tim SAR dan pemerintah daerah.

Ke-60 korban yang belum ditemukan ini tersebar di empat kabupaten yang paling terdampak bencana. Jumlah ini menggarisbawahi skala tragedi yang telah menimpa Sumut, di mana setiap hari pencarian adalah perlombaan melawan waktu dan harapan. Keluarga korban terus menanti kabar, betapapun kecilnya.

Tim pencarian gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan relawan terus bekerja tanpa lelah. Mereka menyisir area-area yang sulit dijangkau, berharap menemukan petunjuk atau bahkan korban. Upaya ini dilakukan dengan berbagai metode, termasuk penggunaan alat berat dan anjing pelacak, demi memberikan kepastian kepada keluarga.

Sebaran Korban Hilang, Tapanuli Tengah Paling Parah

Data yang dirilis oleh BPBD Sumut menunjukkan bahwa Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menjadi wilayah dengan jumlah korban hilang terbanyak. Sebanyak 37 orang dari kabupaten tersebut masih belum diketahui keberadaannya. Kondisi geografis Tapteng yang berbukit-bukit memperparah dampak longsor.

Di posisi kedua, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) mencatat 20 korban hilang. Sementara itu, Kabupaten Humbang Hasundutan melaporkan 1 korban hilang, dan Kabupaten Tapanuli Utara memiliki 2 korban hilang. Sebaran ini menunjukkan bahwa bencana melanda secara sporadis namun dengan dampak yang sangat signifikan di beberapa titik.

Penyebaran korban hilang di berbagai kabupaten ini menunjukkan kompleksitas operasi pencarian dan penyelamatan. Setiap wilayah memiliki karakteristik medan yang berbeda, memerlukan strategi dan sumber daya yang disesuaikan. Koordinasi antar-daerah menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pencarian.

Baca Juga: Prabowo Tinjau Jembatan Tapsel, Fokus Konstruksi dan Keselamatan

Dampak Nyata, Korban Meninggal Dan Luka-Luka

 Dampak Nyata, Korban Meninggal Dan Luka-Luka

Selain korban hilang, bencana ini juga telah menelan banyak korban jiwa. Hingga saat ini, tercatat 365 orang meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor. Angka ini merupakan pengingat pedih akan kekuatan alam yang tak terduga dan kerentanan manusia di hadapannya.

Jumlah korban luka-luka juga mencapai 206 orang, banyak di antaranya membutuhkan perawatan intensif. Tim medis dan relawan kesehatan terus memberikan bantuan di posko-posko pengungsian dan fasilitas kesehatan. Pemulihan fisik dan mental para penyintas menjadi fokus penting dalam penanganan pasca-bencana.

Angka-angka ini bersifat dinamis dan terus berubah seiring dengan berlanjutnya proses pencarian dan penyesuaian data oleh pihak berwenang. Setiap hari membawa kemungkinan penemuan baru, baik korban yang hilang maupun pembaruan status korban lainnya. Transparansi data menjadi krusial untuk informasi publik.

Data Lengkap Sebaran Korban Pagi Ini

Secara rinci, data korban hilang adalah sebagai berikut: Kabupaten Tapanuli Tengah (37 orang), Kabupaten Tapanuli Selatan (20 orang), Kabupaten Humbang Hasundutan (1 orang), dan Kabupaten Tapanuli Utara (2 orang). Total 60 jiwa ini adalah mereka yang paling dinanti oleh keluarga.

Untuk korban meninggal, sebarannya juga cukup luas: Kabupaten Tapanuli Tengah (127 orang), Kabupaten Tapanuli Selatan (88 orang), Kota Sibolga (55 orang), Kabupaten Tapanuli Utara (36 orang), Kabupaten Deli Serdang (17 orang), dan Kabupaten Langkat (14 orang). Angka ini mencerminkan luasnya jangkauan bencana.

Kabupaten Humbang Hasundutan (10 orang), Kota Medan (12 orang), Kabupaten Pakpak Bharat (2 orang), Kota Padangsidimpuan (1 orang), Kabupaten Nias (2 orang), dan Kabupaten Nias Selatan (1 orang) juga menyumbangkan angka korban meninggal. Setiap angka di balik statistik ini adalah cerita duka dan kehilangan yang mendalam.

Jangan lewatkan update berita seputaran Sumatera Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari tribunnews.com
  • Gambar Kedua dari finance.detik.com

Similar Posts