Banjir Sumatera Barat Hanyutkan Sekolah, Siswa MTs Pindah Ke Masjid

Banjir Sumatera Barat Hanyutkan Sekolah, Siswa MTs Pindah Ke Masjid

Bagikan

Sekolah MTs di Sumatera Barat hanyut terbawa banjir, sehingga para siswa kini belajar sementara di masjid setempat.

Banjir Sumatera Barat Hanyutkan Sekolah, Siswa MTs Pindah Ke Masjid

Namun, bagi sebagian siswa di wilayah terdampak banjir Sumatera, kembalinya ke sekolah memiliki makna yang berbeda. ​Di tengah luluh lantak akibat bencana, kisah ketangguhan dan semangat juang muncul dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat, di mana para siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) harus beradaptasi belajar di masjid setelah sekolah mereka hanyut diterjang banjir.​

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

Ketika Bencana Merenggut Madrasah

Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak dahsyat bencana banjir. Bencana ini tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga menghantam infrastruktur pendidikan. Salah satu madrasah yang menjadi korban keganasan banjir adalah MTs Selasar Air, yang bahkan hanyut tak tersisa.

Kejadian ini menyisakan duka mendalam, terutama bagi para siswa dan guru. Namun, semangat untuk terus belajar tidak padam. Dengan dimulainya semester genap, kegiatan belajar mengajar (KBM) pun tetap dilanjutkan, meski harus berpindah ke area masjid sekitar.

Tidak sendiri, siswa dari MTs Selasar Air bergabung dengan siswa MTs Tarbiyah Islamiyah yang juga terdampak parah. Kebersamaan ini menjadi simbol ketahanan dan gotong royong dalam menghadapi musibah, memastikan bahwa hak belajar anak-anak tetap terpenuhi.

Kemenag Beraksi, Prioritas Pemulihan Pendidikan

Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag, Amien Suyitno, menegaskan komitmen pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan. Meskipun kondisi serba terbatas, KBM tetap berjalan dengan baik, menunjukkan dedikasi para pendidik dan semangat siswa.

Kemenag memprioritaskan pemulihan sarana dan prasarana di satuan pendidikan yang terdampak bencana alam. Tujuannya adalah agar madrasah dapat segera beroperasi normal dan tidak ada peserta didik yang kehilangan hak belajarnya akibat musibah ini.

Amien Suyitno mengungkapkan bahwa bantuan yang disalurkan difokuskan untuk rehabilitasi dan pengadaan fasilitas pendukung. Ini merupakan langkah konkret dari Kemenag untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan efektif, sejalan dengan misi pemerintah untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat.

Baca Juga: Banjir Dahsyat Sumatera, 1.182 Jiwa Tewas Ribuan Warga Mengungsi

Bantuan Rp 6,4 Miliar Untuk Pendidikan Di Sumbar

Bantuan Rp 6,4 Miliar Untuk Pendidikan Di Sumbar

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kemenag telah menyiapkan bantuan dana sebesar Rp 6,4 miliar untuk madrasah dan Raudhatul Athfal (RA) di Sumatera Barat. Bantuan ini akan disalurkan kepada 64 lembaga pendidikan yang terdampak, menunjukkan skala upaya pemulihan.

Setiap lembaga penerima akan mendapatkan dana sebesar Rp 100 juta. Dana ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti rehabilitasi ringan, pengadaan sarana pendukung pembelajaran, dan pemulihan lingkungan belajar agar kondusif kembali.

Rincian penerima bantuan mencakup 22 madrasah negeri dengan total Rp 2,2 miliar, 29 madrasah swasta dengan Rp 2,9 miliar, dan 13 Raudhatul Athfal dengan Rp 1,3 miliar. Dua madrasah yang paling parah terdampak, MTs Selasar Air dan MTs Tarbiyah Islamiyah, juga memanfaatkan bantuan ini untuk kelancaran proses belajar.

Membangun Madrasah Tangguh Bencana Dan Semangat Gotong Royong

Dirjen Pendis juga menyampaikan bahwa Kemenag tengah memperkuat sistem respons cepat kebencanaan di sektor pendidikan Islam. Pemantauan intensif dilakukan terhadap lembaga pendidikan di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, sebagai upaya antisipasi.

“Madrasah harus menjadi ruang belajar yang tangguh menghadapi bencana,” tegas Amien. Ini menunjukkan visi Kemenag untuk tidak hanya memulihkan, tetapi juga membangun ketahanan agar lembaga pendidikan siap menghadapi tantangan alam di masa depan.

Cepatnya pemulihan ini tidak lepas dari peran serta masyarakat, wali murid, dan pihak terkait lainnya yang bahu membahu membersihkan madrasah. Semangat gotong royong inilah yang mempercepat proses rehabilitasi, dengan komitmen Kemenag untuk segera memperbaiki fasilitas yang rusak melalui bantuan darurat dan anggaran sarana prasarana.

Jangan lewatkan update berita seputaran Sumatera Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari nusabali.com

Similar Posts