Viral! Ekskavator Terendam Banjir Saat Buka Akses Jembatan Di Aceh Utara
Ekskavator terendam banjir saat membuka akses jembatan di Aceh Utara viral, Aksi dramatis ini menuai sorotan dan keprihatinan publik.
Sebuah video yang memperlihatkan ekskavator nyaris tenggelam saat membuka akses jembatan di Aceh Utara mendadak viral di media sosial. Aksi nekat di tengah derasnya arus banjir ini memicu beragam reaksi warganet, mulai dari rasa cemas hingga apresiasi atas upaya membuka jalur transportasi yang terputus. Peristiwa di Sumatera Indonesia ini kembali menyoroti tantangan berat yang dihadapi pekerja lapangan saat bencana alam melanda, sekaligus pentingnya kesiapsiagaan dan keselamatan dalam proyek darurat.
Ekskavator Terendam Saat Buka Akses Jembatan Darurat
Satu unit ekskavator yang digunakan untuk membuka jalan pembangunan jembatan darurat di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, sempat terendam banjir pada Kamis sore hingga malam, 1 Januari 2026. Insiden tersebut terjadi saat alat berat milik pemerintah daerah tengah beroperasi di aliran Sungai Sawang yang menghubungkan Keude Sawang dengan Desa Gunci.
Peristiwa ini terekam dalam video warga dan dengan cepat menyebar luas di media sosial. Tayangan tersebut memperlihatkan ekskavator berada di tengah sungai dengan ketinggian air yang terus meningkat, memicu perhatian publik dan kekhawatiran akan keselamatan operator serta warga di sekitar lokasi.
Alat Berat Mati Di Tengah Sungai
Kepala Desa Gunci, Fazir Ramli, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi pada Jumat, 2 Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa ekskavator sedang membuka jalur untuk pembangunan jembatan darurat pascabanjir yang sebelumnya merusak akses utama antar desa.
Menurut Fazir, saat ekskavator mulai melintasi sungai, kondisi debit air masih relatif rendah dan dianggap aman untuk dilalui. Namun, di tengah proses pengerjaan, mesin alat berat tersebut mendadak mati di tengah sungai. Situasi semakin genting ketika teknisi mencoba menyalakan kembali mesin, tetapi air sungai justru naik dengan cepat.
Dalam waktu singkat, aliran sungai meluap dan merendam sebagian besar badan ekskavator, membuat evakuasi menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga: Prabowo Minta Maaf Belum Sempat Datangi Seluruh Titik Bencana di Sumatera
Evakuasi Berlangsung Hingga Malam Hari
Melihat kondisi yang semakin berbahaya, warga setempat bersama aparat keamanan dan petugas terkait segera melakukan upaya evakuasi. Proses pemindahan alat berat berlangsung cukup lama karena arus air yang deras dan kondisi medan yang sulit.
Setelah berjam-jam bekerja keras, ekskavator akhirnya berhasil dievakuasi pada malam hari. Meski sempat terendam banjir, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Fazir memastikan bahwa operator alat berat dalam kondisi selamat dan tidak mengalami luka.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan risiko tinggi yang dihadapi pekerja lapangan saat melakukan pengerjaan infrastruktur di wilayah rawan bencana, khususnya di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Pembangunan Jembatan Terhenti Sementara
Hingga saat ini, debit air Sungai Sawang masih terpantau tinggi. Akibatnya, pengerjaan pembukaan jalan dan pembangunan jembatan darurat terpaksa dihentikan sementara demi alasan keselamatan.
Meski demikian, Fazir memastikan bahwa luapan air tidak sampai merendam permukiman warga di sekitar sungai. Aktivitas masyarakat tetap berjalan, meski akses penyeberangan masih terbatas.
Selama jembatan belum bisa difungsikan, warga terpaksa menggunakan rakit dan perahu sebagai sarana penyeberangan utama. Pemerintah desa berharap kondisi sungai segera normal agar pengerjaan jembatan darurat bisa dilanjutkan, mengingat jalur tersebut sangat vital untuk mobilitas warga, distribusi logistik, serta aktivitas ekonomi antar desa.
Jangan lewatkan update berita seputaran Sumatera Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari lintasatjeh.com