2 Hari Tak Tidur Di Jalan, Aksi Mudik Mulyadi Ini Bikin Satu Sumatera Heboh
Kisah Mulyadi, perantau asal Sumatera Barat, menjadi sorotan saat mudik Lebaran 2026 karena nekat menyetir tanpa tidur selama 2 hari.
Lintas Sumatera dari Jakarta menuju Padang Pariaman sambil membawa uang tunai sekitar Rp 50 juta untuk dibagikan kepada keluarga besar, cucu, keponakan, serta kerabat di kampung halaman sebagai bentuk tradisi berbagi rezeki di momen Lebaran, menciptakan perjalanan mudik ekstrem yang penuh haru, perjuangan, dan keteguhan hati seorang perantau yang tetap ingin pulang tepat waktu untuk merayakan kebersamaan di tanah kelahirannya. Simak selengkapnya hanya di Sumatera Indonesia.
Perjalanan Ekstrem Mulyadi
Perjalanan mudik Lebaran 2026 menghadirkan kisah yang menarik dari seorang perantau asal Sumatera Barat bernama Mulyadi (63). Ia menjadi sorotan karena menempuh perjalanan panjang dari Jakarta menuju kampung halamannya di Padang Pariaman dengan kondisi yang tidak biasa. Selama perjalanan tersebut, Mulyadi mengaku tidak tidur selama dua hari penuh demi bisa tiba tepat waktu di kampung halaman.
Dengan mengendarai mobil Mitsubishi Xpander miliknya, Mulyadi melintasi jalur darat Sumatera bersama lima anggota keluarga lainnya. Mereka terdiri dari istri keponakan, keponakan, serta tiga orang cucu yang ikut dalam perjalanan mudik tersebut. Meski membawa banyak penumpang, Mulyadi tetap menjadi satu-satunya pengemudi sepanjang perjalanan.
Ia berangkat dari kawasan Kebun Jeruk, Jakarta Barat, dan menempuh perjalanan panjang menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak menuju Bakauheni. Setelah itu, perjalanan berlanjut melewati berbagai jalur darat yang dikenal padat dan menantang, termasuk jalur ekstrem di Sumatera Barat. Meski melelahkan, Mulyadi mengaku tetap berusaha menjaga fokus demi keselamatan keluarganya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Tantangan Berat Tanpa Istirahat
Mulyadi mengungkapkan bahwa dirinya tiba di Pelabuhan Merak sekitar tengah malam sebelum menyeberang ke Bakauheni. Setelah menyeberang laut, ia langsung melanjutkan perjalanan tanpa banyak waktu istirahat. Kondisi ini membuat dirinya harus tetap terjaga selama hampir dua hari penuh di perjalanan.
Menurut pengakuannya, pengalaman sebagai perantau yang sudah puluhan tahun bekerja di bidang ekspedisi membuatnya terbiasa menghadapi jalur panjang di Sumatera. Ia sudah memahami berbagai rute alternatif yang bisa digunakan untuk menghindari kemacetan parah saat musim mudik. Hal ini sedikit banyak membantu kelancaran perjalanannya meski tanpa istirahat yang cukup.
Namun demikian, perjalanan tanpa tidur selama 48 jam tetap menjadi tantangan besar yang menguras fisik dan mental. Mulyadi harus terus menjaga konsentrasi penuh saat mengemudi di berbagai kondisi jalan, mulai dari jalan lintas antarprovinsi hingga daerah pegunungan yang berliku. Ia mengaku hanya mengandalkan semangat dan tanggung jawab untuk membawa keluarganya sampai tujuan dengan selamat.
Baca Juga:Â Distributor Sarang Burung Walet Medan: Panduan Lengkap untuk Pemula!
Misi Pulang Kampung
Selain perjalanan yang melelahkan, Mulyadi juga membawa misi khusus dalam mudiknya tahun ini, yaitu berbagi rezeki kepada keluarga besar di kampung halaman. Ia menyiapkan uang tunai dalam jumlah besar sebagai bentuk tunjangan hari raya (THR) yang akan dibagikan kepada kerabat dan warga sekitar. Total uang yang dibawanya disebut mencapai sekitar Rp 50 juta.
Bagi Mulyadi, tradisi berbagi saat Lebaran bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan juga bentuk rasa syukur atas rezeki yang telah ia peroleh selama merantau di Jakarta. Ia percaya bahwa sebagian rezeki yang dimiliki harus dikembalikan kepada keluarga dan lingkungan tempat ia berasal. Hal ini sudah menjadi kebiasaan yang ia lakukan setiap kali pulang kampung.
Ia juga menyebut bahwa sebagian uang tersebut akan digunakan untuk membantu keluarga, memberikan THR kepada cucu dan keponakan, serta berbagi kepada teman-teman lama di warung kopi atau lapau. Menurutnya, kebahagiaan Lebaran akan terasa lebih lengkap ketika bisa berbagi dengan orang-orang terdekat di kampung halaman.
Rindu Suasana Lebaran Kampung
Di tengah perjalanan panjang tersebut, Mulyadi memiliki harapan besar untuk bisa tiba tepat waktu di kampung halamannya di kabupaten Padang Pariaman. Ia ingin dapat mengikuti malam takbiran bersama keluarga besar dan merasakan suasana Lebaran yang hangat seperti tahun-tahun sebelumnya. Momen berkumpul bersama keluarga menjadi hal yang paling ia rindukan setiap tahunnya.
Mulyadi berasal dari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Ia telah merantau ke Jakarta sejak tahun 1990 dan bekerja di bidang ekspedisi pakaian. Pengalaman panjang di perantauan membuatnya terbiasa dengan kerasnya kehidupan kota besar, namun tidak pernah menghilangkan kerinduannya pada kampung halaman.
Ia berharap perjalanan mudik tahun ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti meski kondisi fisiknya sangat lelah. Bagi Mulyadi, perjalanan mudik bukan hanya sekadar pulang kampung, tetapi juga perjalanan emosional untuk kembali ke akar kehidupan dan mempererat hubungan dengan keluarga serta masyarakat di daerah asalnya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com