Pembangunan Jembatan Tapanuli Tengah
|

Dari Longsor ke Harapan, Pembangunan Jembatan Tapanuli Tengah

Bagikan

Warga Tapanuli Tengah mulai melihat harapan baru setelah banjir dan longsor, melalui pembangunan jembatan darurat strategis.

Pembangunan Jembatan Tapanuli Tengah

Bencana alam terus melanda Tapanuli, meninggalkan duka dan kerugian besar. Banjir dan longsor merenggut nyawa, membuat ribuan kehilangan tempat tinggal, dan melumpuhkan akses vital. Upaya pemulihan, termasuk pembangunan jembatan darurat, terus digencarkan. Artikel ini mengulas situasi terkini dan penanganannya.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di .

Jembatan Aramco, Harapan Baru Mobilitas Warga Tapanuli Tengah

Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) Kodam I/Bukit Barisan telah memulai pembangunan jembatan Aramco di Lingkungan IV, Kelurahan Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah. Pembangunan ini menjadi langkah krusial untuk memulihkan mobilitas warga yang terisolasi akibat bencana banjir dan longsor.

Menurut Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Asrul Harahap, jembatan ini akan menghubungkan Kelurahan Hutanabolon dengan Kelurahan Sigiring-giring. Pengerjaan telah dimulai sejak Selasa (6/1/2026), menunjukkan respons cepat dari pihak berwenang dalam mengatasi dampak bencana.

Jembatan yang menggunakan sistem pipa baja bergelombang ini akan memiliki panjang 8 meter dengan diameter 1,5 meter. Konstruksi utamanya terdiri dari 16 plat baja yang disusun untuk mendukung akses jalan antarwilayah, memastikan kekokohan dan daya tahan terhadap kondisi alam.

Progres Pembangunan Dan Integrasi Infrastruktur

Hingga saat ini, progres pengerjaan jembatan telah mencapai 10 persen pada tahap penyiapan lahan. Proyek ini didukung oleh satu unit alat berat ekskavator untuk mempercepat proses pembangunan. Fokus awal adalah pada persiapan fondasi yang kuat.

Kolonel Asrul Harahap menekankan bahwa pembangunan dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan aspek keamanan dan kualitas. Hal ini penting untuk memastikan jembatan dapat segera dimanfaatkan masyarakat dengan aman dan berfungsi optimal dalam jangka panjang.

Jembatan Aramco ini nantinya akan terintegrasi dengan peningkatan akses jalan selebar 4 meter yang dilapisi hotmix. Peningkatan jalan ini diharapkan dapat semakin melancarkan distribusi bantuan dan mobilitas warga setelah bencana, mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial.

Baca Juga: 60 Korban Banjir-Longsor di Sumut Masih Belum Ditemukan

Dampak Parah Bencana Dan Banjir Susulan

 Dampak Parah Bencana Dan Banjir Susulan

Kecamatan Tukka merupakan salah satu wilayah yang paling parah terdampak banjir bandang dan longsor yang melanda Tapanuli sejak akhir tahun lalu. Bencana ini telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan mengganggu kehidupan masyarakat secara drastis.

Banjir susulan kembali terjadi pada Jumat (2/1/2026) akibat curah hujan tinggi, menyebabkan sungai meluap ke permukiman dan jalan. Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyebutkan sembilan kecamatan kembali terdampak, termasuk Pandan, Sarudik, dan Sibabangun, memperparah kondisi yang ada.

Meskipun alur sungai mulai dibersihkan dari sedimentasi dan kayu gelondongan, pembuatan tanggul sementara masih terus dikerjakan. Upaya ini merupakan bagian dari mitigasi untuk mencegah banjir susulan dan melindungi permukiman warga dari ancaman luapan air.

Data Korban Dan Upaya Penanganan Komprehensif

Berdasarkan data terbaru dari BPBD Sumut per Kamis (1/1/2026), total korban jiwa akibat rangkaian bencana di Tapanuli telah mencapai 366 orang meninggal dunia. Selain itu, 59 orang dilaporkan hilang, dan 14.430 warga masih bertahan di pengungsian, menunjukkan skala tragedi yang besar.

Kabupaten Tapanuli Tengah mencatatkan angka kematian tertinggi, yaitu sebanyak 127 jiwa, menggarisbawahi betapa parahnya dampak bencana di wilayah tersebut. Data ini menjadi pengingat akan urgensi bantuan dan penanganan yang lebih intensif.

Dalam situasi seperti ini, setiap bentuk dukungan, sekecil apa pun, dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Uluran tangan untuk membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sangat dibutuhkan. Donasi dapat disalurkan untuk meringankan beban mereka yang terdampak.

Jangan lewatkan update berita seputaran Sumatera Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari medan.kompas.com
  • Gambar Kedua dari medan.kompas.com

Similar Posts