Dompet Dhuafa Dirikan 1.000 Rumah Untuk Korban Bencana Sumatera
Gelombang bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera meninggalkan dampak besar bagi kehidupan masyarakat.
Ribuan rumah rusak dan banyak keluarga terpaksa kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dan longsor. Di tengah kondisi tersebut, Dompet Dhuafa mengambil langkah cepat dengan menggagas pembangunan 1.000 rumah sementara bagi para korban bencana.
Program ini menjadi bagian dari upaya kemanusiaan untuk memastikan para penyintas memiliki tempat tinggal yang layak selama masa pemulihan berlangsung.
Dompet Dhuafa menilai kebutuhan hunian merupakan salah satu aspek paling mendesak pascabencana. Tinggal terlalu lama di tenda darurat dinilai berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan perempuan.
Oleh karena itu, pembangunan rumah sementara diprioritaskan sebagai solusi jangka menengah sebelum hunian permanen dapat direalisasikan oleh pemerintah dan pihak terkait.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Sumatera Indonesia.
Konsep Rumah Sementara yang Layak
Rumah sementara yang dibangun Dompet Dhuafa dirancang dengan konsep sederhana namun fungsional. Hunian ini menggunakan material yang mudah didapat, kuat, dan sesuai dengan kondisi geografis wilayah terdampak.
Setiap unit rumah dilengkapi ruang tidur, area keluarga, serta ventilasi yang memadai agar sirkulasi udara tetap baik dan penghuninya merasa nyaman.
Selain aspek fisik, Dompet Dhuafa juga memperhatikan faktor keamanan dan ketahanan rumah terhadap cuaca ekstrem. Lokasi pembangunan dipilih dengan mempertimbangkan peta rawan bencana agar rumah sementara tidak kembali terpapar risiko serupa.
Pendekatan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi warga yang masih mengalami trauma akibat bencana sebelumnya.
Sinergi Relawan Dan Masyarakat Lokal
Pembangunan 1.000 rumah sementara ini melibatkan relawan kemanusiaan serta masyarakat setempat. Dompet Dhuafa mengedepankan semangat gotong royong dengan melibatkan warga terdampak dalam proses pembangunan. Selain mempercepat pekerjaan, keterlibatan warga juga memberikan rasa memiliki terhadap hunian yang dibangun.
Relawan dari berbagai daerah bahu-membahu membantu proses distribusi material, pembangunan struktur, hingga penataan lingkungan sekitar rumah.
Aktivitas ini tidak hanya membangun hunian fisik, tetapi juga memulihkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial yang sempat terguncang akibat bencana.
Baca Juga: BNPB Catat 1.177 Korban Tewas Bencana Sumatera, Aceh Terparah
Harapan Baru bagi Korban Bencana Sumatera
Bagi para korban bencana, keberadaan rumah sementara menjadi titik awal untuk kembali menata kehidupan.
Banyak warga mengaku merasa lebih tenang dan aman setelah memiliki tempat tinggal yang lebih layak dibandingkan tenda darurat. Anak-anak dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman, sementara orang tua mulai fokus memulihkan ekonomi keluarga.
Rumah sementara ini juga berfungsi sebagai ruang pemulihan psikologis. Setelah kehilangan rumah dan harta benda, memiliki tempat berteduh yang stabil membantu korban bangkit secara mental.
Dompet Dhuafa berharap hunian ini menjadi jembatan menuju kehidupan yang lebih baik sambil menunggu pembangunan rumah permanen.
Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kumparan.com